[Review] Film Good Boys (2019) : Perjalanan Konyol Menuju Proses Pendewasaan

 [Review] Film Good Boys (2019) : Perjalanan Konyol Menuju Proses Pendewasaan

I just wanna be prepared, so I'm not screwing up when I go out there in the real world

Good Boys movie poster (dok. imdb.com)

Good Boys (2019) bercerita tentang 'Bean Bag Boys' yang terdiri dari tiga orang sahabat, Max (Jacob Tremblay), Thor (Brady Noon) dan Lucas (Keith L. Williams) yang masih berusia 12 tahun. Suatu ketika, Max diundang untuk menghadiri pesta anak - anak populer di sekolahnya, dalam pesta itu akan ada 'permainan ciuman'. Max yang ingin terlihat keren dengan mencium cewek yang disukainya Brixlee memutuskan untuk datang pada pesta tersebut bersama dengan teman-temannya. Kekhawatiran muncul ketika Max menyadari dirinya belum pernah dan tidak tahu bagaimana caranya berciuman. Karena nantinya takut diejek anak-anak lainnya, Max memutuskan untuk belajar dan mencari tahu bagaimana caranya berciuman bersama teman-temannya. Berbagai cara dan usaha dilakukan ketiganya untuk mempelajari 'seni berciuman' yang pada akhirnya membawa ketiganya dalam perjalanan penuh kekacauan dan serangkaian kejadian lucu. 

Dalam perjalanannya, 'Bean Bag Boys' secara tidak sengaja terlibat dalam permasalahan-permasalahan orang dewasa. Lucunya, pada beberapa scene justru memperlihatkan mereka jauh lebih dewasa dibandingkan dengan orang dewasa itu sendiri. Pada scene di taman misalnya, mereka secara sadar mengerti bahwa narkotika adalah hal yang ilegal dan dilarang dan dengan lucunya mereka menjadi 'polisi-polisian' untuk mengancam pengguna narkotika. Pada adegan lainnya juga menunjukkan bahwa terkadang orang dewasa bisa bertingkah seperti anak-anak. 

Good Boys (2019) berhasil dengan baik menghadirkan lelucon - lelucon dewasa dan kasar yang dikemas melalui kepolosan anak - anak. Persoalan kompleks yang melibatkan pornografi, narkoba dan perceraian merupakan langkah berani yang diambil Good Boys dalam menyajikan persoalan yang sering dianggap tabu oleh anak - anak menjadi sebuah film komedi. Selain mengedepankan pada aspek komedi, Good Boys juga secara gamblang mengeksplorasi persoalan dan tekanan yang dialami oleh anak kecil. Max dan Thor yang terpaksa harus minum bir untuk mendapatkan pengakuan kalau mereka 'hebat', Thor yang harus dibully karena tidak berani menenggak bir dan Lucas yang harus mengalami kenyataan pahit bahwa orang tuanya akan berpisah adalah tantangan bagi ketiganya. Melalui persoalan tadi Good Boys mencoba untuk mematahkan stigma bahwa masa kecil selalu indah dan menyenangkan dengan menunjukkan bahwa masa kecil terkadang bisa menyeramkan dan menantang, hal yang mungkin sulit untuk dipahami oleh orang dewasa. Setiap kesulitan yang dialami ketiganya juga mampu membangkitkan sisi emosional penonton sekaligus sebagai kritik bagi orang dewasa untuk menyadari bahwa terkadang anak - anak terpaksa harus menghadapi situasi dan realitas yang terlalu berat dan dewasa bagi mereka. 

Plesetan-plesetan komedi dewasa yang sering dilontarkan ketiganya juga secara efektif mampu mengundang gelak tawa, pasalnya plesetan - plesetan itu keluar dari mulut anak kecil yang menggemaskan. Meskipun sangat mengandalkan lelucon dan dialog lucu, Good Boys mencoba untuk menyelipkan kritik sosial melalui pesan tersirat terkait realita yang saat ini sedang dihadapi orang tua. 

Meskipun Good Boys memiliki plot yang cukup klise, Good Boys tetap berhasil dalam menangkap dan membingkai esensi masa kecil yang lucu dan konyol melalui kisah persahabatan dan proses menuju pendewasaan ketiganya. Ceritanya juga tidak kehilangan esensinya dan dengan caranya berhasil menyampaikan pesan - pesannya dimana kondisi sosial, lingkungan dan mudahnya akses informasi sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. 

Tingkah Bean Bag Boys yang mampu mengundang gelak tawa (dok. imdb.com)

Menggunakan anak - anak sebagai karakter utama dalam cerita, Good Boys secara berhasil menghadirkan karakter - karakter yang bersinar dengan pesonanya masing - masing. Kepiawaian ketiganya dalam mendalami dan memerankan karakternya juga patut diacungi jempol. Dengan dilema dan persoalan yang dialami setiap karakter, ketiganya secara berhasil memerankan karakter masing - masing dengan luwes dan tidak 'canggung' sehingga sangat mudah bagi penonton untuk masuk dan menikmati cerita, berbanding terbalik dengan beberapa aktor dewasa yang kurang berhasil dan 'canggung' dalam membawakan karakternya. Namun kecanggungan tadi dapat ditutupi oleh chemistry kuat yang terjalin diantara ketiganya yang mampu mendominasi dan menjadi kunci penting serta daya tarik terkuat dalam film ini. Musik-musik easy listening yang dipilih juga sangat tepat dan mampu memberikan suasana yang menyenangkan dalam film ini. 

Secara keseluruhan, Good Boys (2019) merupakan film dengan plot sederhana tentang perjalanan sahabat dan proses menuju kedewasaan yang mampu dikemas dengan sangat baik. Dengan cara yang cerdas Good Boys mampu menampilkan isu-isu serius dalam balutan humor-humor dewasa yang disampaikan dengan kepolosan dan keceriaan anak-anak. Dengan chemistry yang kuat diantara ketiganya, Good Boys (2019) dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus sebagai pembelajaran bagi orang tua untuk lebih memahami dan mengerti apa yang dipikirkan anak pada usia menuju remaja. 

Rating : 7/10
Director : Gene Stupnitsky
Writer : Lee Eisenberg, Gene Stupnitsky
Cast : Jacob Tremblay, Keith L. Williams, Brady Noon, Molly Gordon, Midori Francis 
Genre : Comedy, Adventure
Running Time : 89 Minutes

Posting Komentar

0 Komentar