[Review] Webtoon The Cliff : Ketakutan Yang Membutakan Kemanusiaan
Aku gak boleh mati disini. Di tempat keparat ini. Aku sudah sampai sejauh ini. Aku harus bertahan apapun caranya.
![]() |
| dok. Webtoon on Pinterest |
Judul : The Cliff
Author : Sungdae Oh
Genre : Horor, Thriller, Drama
Release Date : 2015 on Webtoon
2012 on Naver Webtoon
Jumlah Chapter : 9 Chapter
Rating Line Webtoon : 9,24
Dong Uk dan Seong Gyeon adalah sahabat yang memutuskan untuk mendaki gunung Hyo-ak bersama. Saat sedang mengabadikan momen berdua secara tiba - tiba tanah yang dipijak keduanya runtuh yang membuat keduanya terjatuh dan terdampar di ujung tebing. Bersama - sama keduanya mencari cara untuk bertahan hidup sambil menunggu datangnya pertolongan. Namun, karena rasa lapar, kedinginan, ketakukan dan ketidakpastian yang dialami keduanya secara perlahan - lahan mulai memicu timbulnya konflik yang membuat hubungan keduanya terpecah. Keduanya kemudian dihadapkan pada pilihan untuk keluar dari situasi sulit itu bersama - sama atau fokus untuk menyelamatkan diri sendiri.
Menggabungkan unsur horor dan thriller menjadi satu cerita membuat webtoon ini memiliki alur yang menegangkan. Meskipun hanya berjumlah 9 chapter, The Cliff berhasil menjaga ketegangan dengan mempertahankan ceritanya yang sederhana namun memiliki konflik intens yang dikemas dengan baik. Sungdae Oh juga tidak terpaku pada bagaimana menampilkan sosok - sosok menyeramkan melainkan fokus pada bagaimana mengembangkan hubungan diantara keduanya melalui sudut pandang main character yang penuh intrik. Selain berhasil menjaga ketegangan, ia juga mampu memberikan makna tersirat yang pada akhirnya menjadi twist mengejutkan dan tidak terduga yang berhasil mengaduk emosi pembaca.
Tidak banyak karakter yang ditampilkan dalam webtoon ini sehingga mudah bagi pembaca untuk fokus mengikuti perkembangan emosi dari setiap karakternya. The Cliff juga memiliki karakter - karakter yang realistis seperti Dong Uk yang berubah menjadi egois karena keadaan dan Seong Gyeon yang tetap mempertahankan kemanusiaannya dan tetap menjaga Dong Uk. Sungdae Oh juga mencoba membingkai emosi setiap karakternya melalui gaya gambar yang realistis dan detail dengan dominasi warna gelap dan suram yang secara efektif mampu menciptakan suasana mencekam. Setiap detail yang coba ditambahkan Sungdae Oh dalam setiap gambarnya berhasil membuat The Cliff secara sempurna menangkap emosi yang kuat dari setiap karakter dan kejadian - kejadian penting yang membuatnya terasa lebih hidup. Namun, jangan harap akan ada penampakan menyeramkan yang mengejutkan, karena tampaknya Sungdae Oh lebih menekankan pada horor psikologis karakternya ketimbang menampilkan sosok - sosok yang menyeramkan. The Cliff mencoba untuk menunjukkan bahwa untuk menciptakan ketakutan pada pembaca tidak selalu harus berasal dari hal - hal supranatural dan sosok - sosok menyeramkan, namun The Cliff mengingatkan bahwa horor bisa berasal dari manusia itu sendiri yang bisa lebih menakutkan dan lebih berbahaya daripada setan.
Secara keseluruhan, The Cliff mampu menjadi webtoon horor yang berhasil menyampaikan pesan yang kritis tentang bagaimana rasa ketakutan dan situasi yang mengancam kehidupan dapat membuat seseorang kehilangan akal sehat dan membuatnya kehilangan rasa kemanusiaan. Dengan ceritanya yang sederhana, gambarnya yang detail dan hidup, karakternya yang realistis dan pesannya yang kritis membuat webtoon ini mengajak pembaca untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan rasa kemanusiaan dalam realitas kehidupan. Meskipun sayangnya untuk sebuah komik horor The Cliff tidak menampilkan sosok - sosok menyeramkan yang membuat ketakutan, namun horor psikologis yang disajikan dalam webtoon ini secara berhasil mampu menekan emosi pembaca. Dengan jumlah chapternya yang tidak terlalu banyak dan ceritanya yang singkat, The Cliff mampu menjadi webtoon horor yang layak dibaca. Webtoon ini juga sudah diadaptasi menjadi salah satu cerita yang ada dalam film omnibus berjudul Horror Stories 2 (무서운 이야기 ) yang dirilis pada 2013.
Rating : 7/10





0 Komentar