[Review] Film Ballerina / Leap! (2016) : Ketekunan Yang Menginspirasi
Karena kamu memiliki sesuatu yang hanya bisa dia impikan : Passion
![]() |
| Ballerina movie poster (dok. imdb.com) |
Dengan premisnya tentang menggapai impian, rasanya sudah terlalu banyak film animasi dengan premis yang sama dan ini menjadikan Ballerina terlalu biasa dan terkesan klise. Meskipun demikian, Ballerina mampu dieksekusi dengan baik dan secara apik memadukan setiap elemen dalam filmnya dengan posi yang pas. Menekankan pada detail - detail kecil dalam animasinya, Ballerina mampu mengajak penonton untuk ikut berkelana dan hanyut dalam perjalanan Felicie melihat kota Paris dari sisi yang berbeda, saat Eiffel Tower masih dalam proses pembangunan.
Karakter - karakter yang dihadirkan dalam Ballerina juga terasa realistis dan tidak berlebihan untuk sebuah film animasi. Felicie sebagai karakter utama tidak ditampilkan sebagai karakter yang serba bisa dan selalu baik hati seperti di kebanyakan film animasi, ada kalanya Felicie merasakan keraguan dan rasa tidak percaya diri. Namun, dengan tekad kuatnya melalui proses panjang yang tidak mudah Felicie pada akhirnya mampu mengatasi keraguan dan rasa tidak percaya dirinya, dan inilah yang coba untuk ditekankan Ballerina di sepanjang bagian filmnya. Terkadang film dengan tema serupa Ballerina dapat terasa membosankan jika terlalu fokus pada proses karakter utamanya, untuk itulah Ballerina menghadirkan sosok Victor sebagai penyeimbang dalam cerita. Karakternya yang ceria dan penuh dengan celotehan lucu membuat kehadiran Victor dalam setiap bagiannya mampu menciptakan suasana menyenangkan dan tak kadang berhasil menggelitik perut penonton dengan setiap tingkah anehnya. Odette juga menjadi karakter yang melengkapi Ballerina dengan kehidupannya yang penuh rahasia dan kemampuannya mampu menjadi pendamping dan membimbing setiap proses Felicie. Dalam film animasi akan selalu ada tokoh antagonis yang menghalangi jalannya karakter utama, Ballerina juga mencoba menghadirkan hal serupa dengan menjadikan Regine Le Haut (Kate McKinnon) yang juga merupakan ibu Camille sebagai tokoh antagonis yang menghalangi langkah Felicie. Dengan tampilannya yang khas ala nenek sihir, Regine menjadi karakter yang menarik dan memperkaya cerita Ballerina, meskipun sayangnya peran Regine tidak terlalu ditonjolkan.
Satu catatan penting bagi Ballerina adalah kurangnya pengembangan plot dengan alur yang terkesan terburu - buru. Konfliknya yang sangat sederhana dengan tidak adanya hal istimewa menjadikan film ini terasa sedikit membosankan di beberapa waktu. Ballerina baru benar - benar memberikan kesan yang menegangkan dan menari penonton menjelang akhir film. Sebagai film yang memotivasi, dialog - dialog dalam Ballerina juga biasa saja dan terasa kurang berkesan, sangat disayangkan untuk film yang seharusnya menginspirasi. Satu elemen penyelamat dalam Ballerina adalah music scoring yang mengiringi di sepanjang film dengan lagu - lagu pop easy listening yang sesuai dan pas untuk setiap bagiannya. Dengan liriknya yang bermakna dan membangkitkan semangat, lagu - lagu dalam Ballerina secara berhasil mampu menyelamatkan film ini dari kesan membosankan.
Secara keseluruhan, Ballerina merupakan film animasi dengan makna yang mendalam meskipun ceritanya terkesan klise dengan alur yang mudah ditebak. Tekad untuk menggapai mimpi disampaikan dalam balutan petualangan yang dibumbui persahabatan dan cinta dengan porsi yang pas menjadikan Ballerina sebagai tontonan yang menyenangkan. Music scoring yang pas dalam film dengan lirik - lirik lagu yang bermakna membuat Ballerina mampu menginspirasi sekaligus menjadi penyemangat menghadapi kehidupan yang melelahkan.
Rating
: 5/10
Director : Eric Summer, Eric Warin
Writer : Carol Noble, Eric Summer, Laurent Zeitoun
Cast : Elle Fanning, Dane DeHaan, Maddie Ziegler, Carly Rae Jepsen
Music : Klaus Badelt
Running Time : 1 Hour 26 Minute
.png)




0 Komentar