Icip - Icip : Ayam Geprek Pawon Prabu

 Icip - Icip : Ayam Geprek Pawon Prabu 

dok. ayam geprek pawon prabu on google maps

Lokasi : Jl. Merbabu Timur II No.9, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Jam Buka : 10.00 WIB
Harga : 6.000 - 17.000
Harga di aplikasi : 2.000 - 33.000

Saat sedang bermain atau menginap di kost teman, memilih menu makanan menjadi satu hal yang terlihat sepele namun sulit untuk dilakukan. Namun, karena teman kami memiliki lebih banyak daftar restoran dan makanan yang pernah dicicipi tentunya ia sering menjadi pelopor bagi kami dan saat itulah pertama kalinya saya diperkenalkan pada sebuah rumah makan bernama Ayam Geprek Prabu. Namanya sedikit asing bagi saya yang hanya terbiasa memesan makanan di sekitar kampus karena memang restoran ini letaknya tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh dari kampus. 

Saat pertama kali melihat pada aplikasi online, Ayam Geprek Pawon Prabu memiliki daftar menu yang menarik dan sangat beragam, mulai dari ayam geprek dengan berbagai macam sambal, pangsit goreng viral, nasi goreng, mie goreng, mie nyemek, nasi gila dan masih banyak lagi. Untuk pilihan nasinya pun Ayam Geprek Pawon Prabu menawarkan dua pilihan nasi yang bisa dipilih, nasi putih biasa atau nasi daun jeruk. Untuk melengkapi sajian makanannya yang kebanyakan berminyak dan goreng - gorengan, Ayam Geprek Pawon Prabu juga memiliki menu sayuran seperti cah kangkung dan cak pokcoy yang bisa menyeimbangkan sajian dan memenuhi kebutuhan serat. 

Berbekal rekomendasi dari teman dan penilaiannya pada aplikasi online, pangsit goreng viral langsung menjadi menu yang menarik perhatian dan membuat saya langsung memesannya. Seperti namanya, pangsit goreng viral terinspirasi dari menu pangsit rebus isi ayam yang ditumis dengan sayuran dan telur yang sedang viral pada saat itu. Selain deskripsi menu yang dituliskannya sangat menarik, pilihan Pawon Prabu untuk menjual hampir semua menunya dalam bentuk gratis es teh sangat meyakinkan saya untuk memesan menu tersebut. 

Dengan harga yang tertera pada aplikasi online sekitar 20 ribuan, saya sebenarnya tidak memiliki ekspektasi berlebih pada menu ini mengingat biasanya menu - menu yang terinspirasi dari sesuatu yang viral banyak yang masih belum siap jual. Namun, tampilannya ketika pertama kali datang dengan kemasan yang memiliki desain sendiri berwarna merah dengan logo ayak khas Pawon Prabu dan es tehnya yang disajikan dalam bentuk cup berukuran small bukannya kantung plastik langsung meningkatkan ekspektasi saya. Dalam satu porsi pangsit goreng viral terdapat lima buah pangsit rebus berisi daging ayam cincang berukuran sedang yang ditumis dengan telur dan berbagai macam sayuran. Tampilannya seperti kwetiau goreng dengan warna coklat khas yang didapat dari kecap manis dan saya rasa bumbunya juga tidak berbeda jauh dengan kwetiau goreng, hanya saja pangsit goreng viral memiliki bumbu yang sedikit lebih basah. Pangsitnya tebal dan tidak direbus terlalu lama sehingga tidak terlalu lembek dan masih memiliki sedikit tekstur kenyal. Untuk isian ayamnya, bumbunya memiliki rasa yang ringan dan ayamnya bukan tipe ayam cincang yang kering melainkan juicy dan hampir mirip seperti tekstur dimsum, namun berbeda. Rasa bumbunya yang sedikit basah dengan sayuran dan juga telur sangat pas, pedas, manis dan asin semuanya terasa pas, apalagi Pawon Prabu memberikan tambahan kerupuk dan timun sebagai pelengkap. 

Setelah pesanan pertama yang memuaskan, saya tertarik untuk mencoba menu lainnya yang ditawarkan oleh Pawon Prabu. Ternyata, Pawon Prabu juga memiliki menu ayam geprek yang rasanya juga sangat enak dengan beragam pilihan sambal seperti sambal bawang, sambal kemangi, sambal cabai hijau, sambal matah, sambal dabu - dabu, saod padang dan saus lada hitam. Diantara banyaknya pilihan sambal yang ditawarkan, saya memilih sambal matah, sambal lamongan dan sambal dabu - dabu sebagai sambal favorit saya. Untuk harga 20 ribuan, ukuran ayam yang diberikan Pawon Prabu lumayan besar dengan tepungnya yang gurih, crispy dan ayamnya yang masih terasa juicy. 

Untuk menu lainnya seperti kwetiau goreng, porsinya banyak, namun bumbunya tidak terlalu medok seperti pangsit goreng dan pada saat itu kwetiau yang saya dapatkan cenderung kering dan kurang nyemek, mungkin ini karena jarak pengiriman dari restoran menuju kost yang terbilang lumayan. sedangkan nasi goreng, pada saat itu nasi goreng yang saya makan adalah nasi goreng yang sedikit padat dan menempel, bukan tipe nasi goreng yang saya suka, perah dan kering, rasanya lumayan enak, namun saya lebih suka nasi goreng burjo langganan saya. 

Dengan pilihan menu yang beragam dengan harga terjangkau dan rasanya yang enak, Pawon Prabu masuk dalam list restoran favorit saya di Kota Solo. Sayangnya, jika anda memesan makanannya lewat aplikasi online anda harus bersabar karena Pawon Prabu memiliki hari dan jam buka yang suka - suka, begitu kata saya dan teman saya. Bahkan, seringkali menu pangsit goreng yang saya tunggu - tunggu sering tidak tersedia atau habis dalam sekejap mata. Saya sangat menyarankan anda untuk datang langsung ke tempat karena saya diberi info oleh pemiliknya bahwa untuk menu pangsit goreng akan dibuat saat sempat dan biasanya sudah habis dipesan oleh orang - orang jadi anda bisa menyimpan nomer whatsaap pemilik terlebih dahulu untuk menanyakan ketersediaaan menu. Jika anda makan langsung di tempat mungkin anda akan sedikit terkejut karena ternyata harga menu makanannya memiliki perbedaan yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan aplikasi online, ini adalah hal yang wajar mengingat biaya komisi dan aplikasi online itu sendiri. Pawon Prabu juga menyediakan tempat makan rumahan yang nyaman dan sejuk karena berada langsung di bawah pohon mangga yang rindang. Jika anda tinggal di Kota Solo sekitaran UNS dan bingung dengan menu makan siang anda, saya sangat merekomendasikan makanan di Ayam Geprek Pawon Prabu untuk anda. 

menu dan harga Pawon Prabu


dok. Adhitya winanta on google maps



Posting Komentar

0 Komentar