Perempuan Dalam Cermin
oleh : Distya Niken
![]() |
| dok. CSA Images on iStock |
Dalam cermin, kulihat perempuan itu.
Ini bukan pertemuan pertama kami, tapi sudah lama rasanya sejak aku benar-benar memperhatikannya.
Rambutnya semakin panjang dan mengembang, tak seperti senyumnya yang kian memudar.
Badannya semakin berisi, berbanding jauh dengan hatinya yang kosong.
Pelukannya masih terlihat hangat, namun sinar matanya menjadi semakin dingin, tak lagi bergairah.
Ia tetap cerewet, meski batinnya sedang bergejolak.
Suaranya memelan, mencoba meredam isi kepalanya yang semakin berisik.
Perempuan itu masih terus berusaha, membuat orang lain bahagia.
Banyak yang berubah dari perempuan itu, perubahan yang tak bisa dilihat orang lain, hanya aku.
Kami saling memandang cukup lama, hingga perempuan itu melambaikan tangannya padaku dan berbisik.
"Di dunia ini, tidak ada orang lain yang memahamiku selain dirimu. Kau satu - satunya tempatku bercerita. Dan kau satu - satunya tempatku bersandar. Kau menerima aku dengan segala kekuranganku. Saat semua mencelaku, kau tetap diam. Meski tak banyak memujiku, diam - diam kau bangga padaku. Bahkan saat semua pergi, kau tetap disini. Setia bersamaku."
Menangis, kukatakan padanya.
"Baiklah, ayo kita berjuang dan bertahan bersama. Sekali lagi."
Perempuan itu pergi, berpaling dari cermin. Melangkah, mencari jalan menuju bahagia yang hanya legenda.





0 Komentar