[Review] Look Away (2018) : Eksplorasi Sisi Kelam dan Hasrat Terpendam

 [Review] Film Look Away (2018) : Eksplorasi Sisi Kelam dan Hasrat Terpendam 


In the mirror, we find reflections of our true selves

Look Away movie poster (dok. imdb.com)

 

Look Away (2018) mengisahkan Maria (India Eisley) seorang gadis berusia 18 tahun yang selalu merasa kesepian dan terasing karena dibully oleh teman-teman sekolahnya. Selain di sekolah, Maria juga merasa asing dengan keluarganya, ayahnya Dan (Jason Isaac) adalah seorang dokter bedah workaholic yang terobsesi dengan kesempurnaan, sedangkan ibunya Amy (Mira Sorvino) tidak bisa menentang perkataan suaminya. Selalu merasa kesepian, Maria hanya memiliki satu teman yang bernama Lily (Penelope Mitchell), gadis cantik dengan kepribadian berbanding terbalik darinya. Lily punya segalanya, termasuk pacar tampan bernama Sean (Harrison Gilbertson) yang juga disukai Maria. Suatu hari, ketika Maria sedang bercermin ia menemukan keanehan saat pantulan cerminnya dapat berbicara dan mendengarkannya. Meskipun ketakutan, Maria seolah mendapat teman baru yang mengerti dan mendengarkannya dengan baik bernama Airam. Airam mampu mengetahui semua rahasia dan keinginan terpendam Maria dan dengan bantuannya Maria perlahan-lahan mendapatkan rasa percaya diri. Namun, sesuatu terjadi pada pesta prom night yang  membuat Maria membulatkan tekadnya untuk membalaskan dendam dan memenuhi hasrat terpendamnya melalui bantuan Airam.



Pertemuan Maria dengan Airam membuatnya menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar berarti dalam kehidupannnya dan menjadi alasannya setuju untuk bertukar peran dengan Airam. Ketika kehidupannya mulai digantikan Airam, perlahan-lahan semuanya berubah karena keberanian Airam dalam memberikan pelajaran pada siapa saja yang menyakiti Maria. 

Dengan alur yang sedikit lambat pada awal film,  Look Away dengan cerita khas drama remajanya mampu mengeksplorasi perasaan Maria sebagai remaja kesepian dalam balutan cerita horor psikologis yang menarik. Adegan-adegan tentang bullying, eksplorasi seksualitas dan kebimbangan Maria benar-benar mampu menggambarkan problematika remaja yang sedang mencari identitas. Meskipun tidak di eksplor secara mendalam, rahasia kelam keluarganya tetap menjadi bumbu yang menarik bagi film ini. Apa yang terjadi pada Maria dan Airam di masa lalu tetap tidak terungkap secara jelas, cara yang bagus untuk tetap membiarkan misteri ini dan membuat penonton berspekulasi. 

Meskipun pertukaran antara Maria dan Airam menjadi fokus utama film, ini tidak digambarkan secara dramatis dan dengan cara yang istimewa sehingga membuat penonton bingung apakah Airam sudah bertukar dengan Maria. Kurangnya elemen visual dan narasi yang jelas juga mengurangi kesan magis dalam dinamika pertukaran antara keduanya.

Secara beruntung, kelemahan pada adegan pertukaran yang sakral diantara keduanya mampu ditutupi oleh kepiawaian akting India Eisley dalam memerankan karakter Maria maupun Airam yang patut diacungi jempol. Maria yang penuh dengan persoalan kompleks dalam dirinya menjadikannya sebagai remaja yang pemalu dan pendiam mampu dibawakan secara baik dengan menampilkan kesan pasif dan lemah. Walaupun tanpa perubahan penampilan yang dramatis, ia mampu membawakan karakter Airam yang kuat dan berani hanya dari gestur seksi dan tatapan dinginnya dengan jenius. Sayangnya, tidak ada perkembangan yang signifikan untuk karakter Maria sehingga terkesan datar dan biasa - biasa saja, mungkin ini adalah salah satu cara untuk lebih menonjolkan karakter Airam, dengan mengesampingkan karakter Maria. Namun, rasanya perlu untuk meningkatkan karakter Maria supaya membuat penonton lebih terhubung dengan perasaannya sebagai seorang remaja kesepian yang dapat dilakukan melalui eksplorasi lebih mendalam konflik internal yang terjadi dalam dirinya. Selain India Eisley, Jason Isaac dan Maria Sorvino juga mampu memberikan penampilan yang sangat baik dalam menggambarkan sepasang suami istri dan orang tua yang meskipun terlihat tenang dan baik - baik saja, namun mengalami pergolakan batin dan menyimpan banyak rahasia. Meskipun ketiganya memberikan penampilan yang cukup baik, beberapa penampilan pemeran pendukung rasanya biasa saja dan terkesan datar pada beberapa waktu. 

Ada beberapa adegan yang terasa aneh dan membuat tidak nyaman, saat Maria menonton film dewasa di bioskop dengan ayahnya dan saat Airam mencium pipi ayahnya di kantornya. Selain membuat tidak nyaman, adegan-adegan tadi rasanya tidak perlu karena tidak begitu mempengaruhi cerita secara keseluruhan. 

Menampilkan visual yang dingin dan gelap sepanjang film, sinematografi look away berhasil dalam menyampaikan atmosfer kelam yang kuat dengan kesan misterius. Music scoring dalam film ini juga mampu meningkatkan ketegangan pada setiap adegannya dan pada beberapa bagian, sajian lagu pop kekinian mampu meredam ketegangan dalam film, sebuah kombinasi yang seimbang.

Meskipun dengan beberapa kelemahan yang dimilikinya, secara keseluruhan Look Away (2018) mampu menyajikan kisah gadis remaja kesepian yang melankolis dalam balutan kisah misterius penuh rahasia. Dengan atmosfer misterius yang secara konsisten dibangun melalui sinematografi dingin mampu menciptakan nuansa menegangkan pada film. Look away (2018) secara berhasil menyampaikan pesan tentang perasaan kesepian dan eksplorasi identitas yang dibalut melalui kisah pertukaran peran yang penuh misteri meskipun mungkin memerlukan keterlibatan lebih dalam dari penonton untuk sepenuhnya mengapresiasi pesan yang ingin disampaikan oleh film ini.


Rating : 6/10 

Director : Assaf Bernstein 
Writer : Assaf Bernstein
Cast : India Eisley, Jason Isaacs, Mira Sorvino, Penelope Mitchell, Harrison Gilbertson
Genre : Drama, Fantasy, Horror Thriller
Running Time : 1 Hour 43 Minutes

Posting Komentar

0 Komentar