I Should Love Myself

 I Should Love Myself

dok. distyaniken




"Barangkali Tuhan sedang tidak ingin kamu jatuh cinta agar kamu bisa mencintai dirimu lebih lama" - Boy Candra, Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang

Untuk saya yang selalu merasakan jatuh cinta secara sepihak dan tak berbalas, kutipan ini adalah salah satu pengingat bagi saya untuk benar - benar belajar mencintai diri saya sendiri. Selama ini, setiap perasaan saya yang tidak berbalas, saya akan selalu merasa sangat tidak berarti dan tidak pantas dicintai, seolah-olah semua cinta dan kasih sayang yang saya terima dari orang di sekitar saya tidak ada artinya. 

Selalu mudah bagi saya untuk menyebutkan setiap kekurangan yang ada pada diri saya, tetapi saya menjadi ragu-ragu tentang kelebihan yang saya miliki. Ketika mencintai seseorang, saya selalu membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain yang berakhir pada rasa merendahkan dan tidak menghargai diri sendiri. 

Ini menyadarkan saya bahwa saya harus bisa mengerti dan mencintai diri saya secara penuh agar orang lain juga bisa menerima dan mencintai saya. Saya harus memberikan nilai yang lebih pada diri saya agar orang lain juga dapat melihat saya dengan penuh nilai.

Boleh, jika saya ingin membandingkan diri saya dengan orang lain, saya juga perlu untuk merasa insecure agar saya dapat terus berkembang, namun, ketika rasa membandingkan dan rasa insecure terlalu mendominasi kehidupan saya hingga memberikan rasa ketakutan, inilah waktunya bagi saya untuk berhenti membandingkan dan berhenti merasa insecure. 

Kecenderungan saya untuk fokus pada kekurangan saya dan meragukan kelebihan pada diri saya membuat saya lupa untuk lebih mengerti diri saya. Saya adalah saya yang dengan segala kekurangan yang selalu saya coba untuk perbaiki dan segala kelebihan yang saya miliki, berhak untuk mencintai dan dicintai. 

Saya sadar bahwa perasaan tidak berharga dan insecure yang selalu saya rasakan adalah bentuk penghinaan pada Tuhan, Sang pemberi kehidupan, dan pada orang tua yang dengan kasih sayangnya melahirkan dan membesarkan saya sepenuh hati. Setiap saya merasa tidak berarti dan menghina diri saya sendiri, saya seakan-akan meragukan apa yang sudah Tuhan gariskan bagi saya. 

Dengan cinta dan pengorbanan yang orang tua saya berikan, mencintai diri saya adalah bentuk menghargai dan menghormati orang tua yang telah melahirkan saya, dan pada gilirannya menghormati dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan. 

Saya masih harus banyak belajar untuk terus mengerti dan memahami diri saya, perjalanan saya masih panjang untuk bisa mencintai dan menerima diri saya secara penuh. Namun, saya akan terus melalui perjalanan itu dan meresapi setiap momennya dengan penuh anugerah dan suka cita. 

Tulisan ini saya buat sebagai pengingat bagi diri saya untuk berhenti merendahkan diri sendiri, menghentikan perasaan tidak berharga dan mulai untuk menerima dan mencintai diri saya, karena saya yakin, ada orang-orang yang merasa bahagia ketika saya dilahirkan. Dengan tidak lupa untuk terus memperbaiki kekurangan, bagi saya, tidak perlu untuk menjadi sempurna, yang saya perlukan hanyalah menjadi diri sendiri. 

"Bagaimana kamu mencintai dirimu sendiri adalah bagaimana kamu mengajari orang lain untuk mencintaimu" - Rupi Kaur, Milk and Honey.

Posting Komentar

0 Komentar