Mencumbu Durjana
Oh durjana,
aku ingat ketika aku bahagia,
kucumbu dunia,
dan bercinta dengan semesta,
Namun kini kau datang,
membawa parang,
mengubah hatiku sehitam arang,
Oh durjana,
aku ingat ketika aku mencinta,
kurayu kehidupan dengan mesra,
dengan belai mempesona,
dalam lantunan tawa,
Namun kini kau datang,
mencabuliku dengan racunmu,
Menyisakan diriku yang telah layu,
Terbungkus duka dalam kelambu pilu,
Tapi oh durjana, dengarkanlah ini,
meski selongsongmu penuh derita,
takkan kubiarkan diriku terhina,
sebab kan kutunggangi duka bagai pelana,
Lihatlah nanti duhai durjana,
akan kuremas fatamorgana,
dan ku menari diatas panggung sandiwara,
bersama jiwa yang membara,
Oh durjana, sungguh kau takkan menang,
karena aku terlalu keras kau buat tumbang,
aku terlalu bebas untuk terus melengang,
hatiku tak pernah lelah terus mengerang,
Karena kau tahu durjana?
aku seringkali tersungkur,
dan aku pernah terbujur,
jadi bagiku,
kau hanyalah angkur.





0 Komentar